Pada gapura komplek Rumah Joglo Kino Ning Peni di bagian depan sebelah kanan dan kiri pintu utama terdapat dua patung Ganesha, kerajinan terakota berasal dari Kasongan, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Kedua patung tersebut sengaja diletakkan di gapura pintu masuk, untuk menandai para pengunjung masuk komplek Rumah Joglo Kino Ning Peni yang merupakan kawasan yang melindungi warisan budaya dan kehidupan orang-orang Jawa lama.
Ganesha berasal dari bahasa Sanskerta merupakan salah satu dewa terkenal dalam agama Hindhu dan banyak dipuja oleh umat Hindhu. Ganesha sebagai dewa memiliki gelar Dewa Pelindung, Dewa Penolak Bala/Bencana dan Dewa Kebijakan.
Ganesha dalam relief, patung, dan lukisan digambarkan sebagai mahluk yang berkepala gajah, berlengan empat dan berbadan gemuk. Ganesha dikenal pula dengan nama Ganapati, Winayaka, dan Pilleyar. Dalam tradisi pewayangan Ganesha disebut Bhatara Gana dan dianggap merupakan salah satu putra Bhatara Guru (Siwa). Sekalipun Ganesha dikenali memiliki banyak atribut, namun karena kepalanya yang berbentuk Gajah membuatnya mudah untuk dikenali. Ganesha dikenal sebagai pengusir segala rintangan dan lebih umum dikenal sebagai Dewa di saat memulai pekerjaan dan Dewa segala rintangan (Wignesa, Wigneswara), pelindung seni dan ilmu pengetahuan, dan Dewa kecerdasan dan kebijakan. (Wikipedia, bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)
Blog ini menyajikan gambar- gambar bangunan rumah tradisional Jawa beserta benda-benda lama dari berbagai daerah. Blog ini juga menjelaskan asal-usul dan sejarah latar belakang benda-benda tersebut. Bangunan dan benda-benda tersebut berada di Komplek Rumah Joglo Kino Ning Peni yang beralamat Rumah Joglo, Villa Mulawarman Kav. 01370, Jl Mulawarman Selatan, Jabungan, Banyumanik, Semarang 50263.
Tampilkan postingan dengan label Ganesha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ganesha. Tampilkan semua postingan
Selasa, 15 November 2011
Langganan:
Postingan (Atom)
